Cara Servis TV Untuk TV Tabung

Panduan teknisiPenggunaan TV dengan layar tabung memang sudah banyak ditinggalkan oleh sebagian produsen karena mereka memilih menggunakan layar datar yang lebih modern. Namun, sebagai teknisi tetap harus membekali diri mereka dengan pengetahuan tentang cara servis TV tabung karena sebagian masyarakat masih memiliki unit ini di rumah mereka dan akan membawa TV tabung mereka jika ada kerusakan untuk diperbaiki. Kerusakan yang umum terjadi di TV tipe tabung adalah pada bagian CRT atau komponen dasar unit yang juga memiliki harga paling tinggi dibandingkan komponen lainnya. Pada umumnya ada lima jenis kerusakan yang umum dijumpai pada CRT dimana pada bagian ini akan dibahas secara singkat.

Cara Servis TV Untuk Keluhan CRT

Salah satu keluhan CRT yang umum terjadi adalah ada filament CRT yang mati. Hal ini mudah dilakukan terutama untuk teknisi yang berpengalaman karena bisa dilakukan dengan mata saja tanpa menggunakan tambahan alat tertentu. Masalah kedua yang umum adalah filament terhubung singkat dengan katoda CRT. Ciri keluhan ini adalah adanya garis putih yang terpampang mendatar atau vertical di layar. Cara servis TV harus disesuaikan untuk setiap keluhan yang dijumpai, untuk kedua masalah ini sebabnya adalah kelebihan voltase yang menumpuk karena penggunaan sehari-hari, sehingga perlu dilakukan pengaturan voltase dengan lebih tepat.

Selain itu, keluhan yang banyak dijumpai adalah gas CRT yang bocor karena ada keretakan pada tabung. Penyebabnya adalah karena terbentur atau goncangan keras. Selain itu, terjadi pula warna layar yang tidak merata karena degaussing komponen atau terkena induksi medan magnet. Bagian komponen CRT memang cenderung rapuh dan mudah pecah. Mengganti bagian yang rusak ini merupakan cara servis TV yang banyak dilakukan teknisi. Hal kelima yang banyak dijumpai adalah habisnya emisi pada tabung. Kerusakan ini adalah yang paling parah dan membutuhkan waktu untuk pendeteksi dan penyervisannya. Hanya teknisi yang berpengalaman yang dapat mendeteksi kerusakan yang satu ini. Faktanya, hanya delapan puluh persen saja yang bisa mendeteksi kerusakan ini.

Related posts: